Jumat, 10 Juni 2011

MSDM_Pekerja Negara Berkembang

Sifat / Karakteristik / Ciri-Ciri Negara Berkembang Di Dunia
  Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memiliki karakter atau ciri sebagai berikut :


1. Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tinggi
Tingkat pertambahan penduduk di negara berkembang umumnya lebih tinggi dua hingga empat kali lipat dari negara maju. Hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan dan budaya di negara berkembang yang berbeda dengan di negara maju. Hal tersebut dapat mengakibatkan banyak masalah di masa depan yang berkaitan dengan makanan, rumah, pekerjaan, pendidikan, dan lain sebagainya.
2. Tingkat Pengangguran Tinggi
Akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk mengakibatkan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi tinggi. Jumlah tenaga kerja lebih banyak daripada kesempatan lapangan kerja yang tersedia dan tungkat pertumbuhan keduanya yang tidak seimbang dari waktu ke waktu.
3. Tingkat Produktivitas Rendah
Jumlah faktor produksi yang terbatas yang tidak diimbangi dengan jumlah angkatan kerja mengakibatkan lemahnya daya beli sehingga sektor usaha mengalami kesulitan untuk meningkatkan produksinya.
4. Kualitas Hidup Rendah
Akibat rendahnya tingkat penghasilan, masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dll. Banyak yang kekurangan gizi, tidak bisa baca tulis, rentan terkena penyakit, dan lain sebagainya.
5. Ketergantungan Pada Sektor Pertanian / Primer
Umumnya masyakat adalah bermata pencaharian petani dengan ketergantungan yang tinggi akan hasil sektor pertanian.
6. Pasar & Informasi Tidak Sempurna
Kondisi perekonomian negara berkembang kurang berkompetisi sehingga masih dikuasai oleh usaha monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Informasi di pasar hanya dikuasai oleh sekelompok orang saja
7. Tingkat Ketergantungan Pada Angkatan Kerja Tinggi
Perbandingan jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja dengan penduduk non angkatan kerja di negara sedang berkembang nilainya berbeda dengan dengan di negara maju. Dengan demikian di negara maju penduduk yang berada dalam usia nonproduktif lebih banyak bergantung pada yang masuk angkatan kerja.
8. Ketergantungan Tinggi Pada Perekonomian Eksternal Yang Rentan
Negara berkembang umumnya memiliki ketergantungan tinggi pada perekonomian luar negeri yang bersifat rentan akibat hanya mengandalkan ekspor komoditas primer yang tidak menentu.

Tingkat Pertumbuhan Tinggi

¢ Tingkat pertambahan penduduk di negara berkembang umumnya lebih tinggi dua hingga empat kali lipat dari negara maju. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah di masa depan yang berkaitan dengan konsumsi, tempat tinggal, pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain.

Tingkat pengangguran tinggi

¢ Akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk mengakibatkan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi tinggi. Jumlah tenaga kerja lebih banyak daripada kesempatan lapangan kerja yang tersedia.tingkat pertumbuhan keduanya tidak seimbang dari waktu ke waktu. Terjadinya kelangkaan lapangan kerja menyebabkan sebagian anggota masyarakat menganggur dan ini berdampak pada ketidakmampuan mereka memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tingkat Kualitas Hidup Rendah

¢ Akibat rendahnya penghasilan atau ketidakmampuan masyarakat dalam memehuni kebutuhannya,maka masyarakat masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok,pendidikan, kesehatan,dan lain-lain yg mengakibatkan kualitas hidup masyarakat menjadi rendah.

Ketergantungan Pada Sektor Pertanian atau Primer

¢ pada Umumnya masyarakat negara berkembang adalah bermata pencahariaan petani dengan ketergantungan yang tinggi pada sektor pertanian atau juga primer(bahan-bahan makanan.

Tingkat Ketergantungan pada Angkatan kerja Tinggi

¢ Perbandingan jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja dengan penduduk non-angkatan kerja di negara sedang berkembang nilainya berbeda dengan di negara maju.

Sumber alam yang belum banyak diolah karena kekurangan modal, dan tenaga ahli

¢ Kelebihan dari negara berkembang adalah sumber daya alam yg melimpah,namun di sisi lain sumber daya alam tersebut tidak dapat di olah  secara baik.rendahnya tingkat pendidikan dan banyaknya masyarakat yg tidak mempunyai skill dalam pekerjaan juga menyebabkan pengolahan sumber daya alam tidak berjalan dengan maximal.yg pada akhirnya masyarakat kekurangan aliran modal dari dalam maupun luar negri dalam bentuk investasi,dll.

 

Tingkat upah yang rendah

¢ Salah satu problem yang langsung menyentuh tenaga kerja adalah rendahnya,tidak sesuainya gaji yang diperoleh dengan tuntutan untuk  memenuhi kebutuhan hidupnya beserta tanggungannya.meskipun masyarakat negara berkembang sebagian sudah mempunyai pekerjaan tetapi banyak dari mereka yg gajinya masih tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya.

Kesimpulan

¢ Dari apa yang telah dijelaskan diatas, diketahui bahwa permasalahan pokok ketenagakerjaan di negara berkembang adalah pertumbuhan penduduk yang semakin lama semakin tinggi yang tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang tersedia dan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya serta dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.selain itu negara – negara berkembang tidak hanya dibebani oleh tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi tetapi juga angkatan kerjanya harus menaggung beban ketergantungan yang lebih berat. Selain itu,ledakan angkatan kerja banyak dialami oleh negara – negara berkembang yang tidak diikuti dengan meningkatnya perluasan lapangan kerja sehingga terjadi pengangguran baik di kota – kota maupun di desa – desa.Jumlah penawaran tenaga kerja yang tinggi di negara – negara berkembang tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja. Tenaga kerja di negara-negara berkembang memiliki kualitas yang rendah bila dibandingkan dengan negara-negara maju sehingga tidak dapat bersaing dengan tenaga kerja di negara-negara maju. Indikator dari rendahnya kualitas tenaga kerja di negara-negara berkembang salah satunya dipengaruhi oleh pendidikan yang rendah.

 

Solusi

¢ 1.mengadakan Model pembangunan penciptaan lapangan kerja misalnya dengan mendorong teknik-teknik produksi yang padat karya.

¢ 2. mengadakan Model pendekatan penyaluran investasi untuk penduduk miskin misalnya dengan pendidikan,kesehatan,kredit.

¢ 3. Model pendekatan pembangunan yang berorientasi pada anti kemiskinan, yaitu strategi yang dalam perencanaannya memperhatikan kelompok masyarakat miskin dengan mengutamakan program penyiapan sumber daya manusia yg berkualitas.

¢ 4. Model strategi pembangunan yang mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan dasar seluruh penduduk yakni: Pangan, sandang, perumahan, dan kesehatan sehingga sasaran utama dari strategi ini adalah menyediakan kebutuhan pokok seluruh penduduk dan penyediaan jasa umum dasar penduduk yakni: fasilitas kesehatan, pendidikan, air bersih, angkutan dan kebudayaan di samping dua sasaran tersebut strategi ini juga memiliki sasaran-sasaran berikut:
a. Hak atas mendapatkan pekerjaan yang layak dan produktif sehingga setiap penduduk memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok.
b. Prasarana yang mampu menunjang penyediaan barang dan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup penduduk.
c. Partisipasi seluruh penduduk.

¢ 5. pengadaan pelatihan skill bagi pengangguran dan pemberian modal untuk usaha

¢ 6. Memperlambat laju pertumbuhan penduduk.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

GOOBLOGOOBLOG © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu