Jumat, 10 Juni 2011

Biaya Modal Keuangan

LOGO UNEJ.jpg

 

Makalah

 

BIAYA MODAL

 

Diajukan Guna Memenuhi Tugas Matakuliah

Manajemen Keuangan Lanjutan

 

 

Oleh :

Kelompok 1

 

1.          Yuni Rahmawati D.A           (090810201005)

2.          Sri Rahayu          (090810201009)

3.          Marlik Yasinta          (090810201012)

4.          Doni Setyawan          (090810201016)

5.          Abdurrahman Fikri          (090810201018)

6.          Iqbal M.U           (090810201019)

7.          Adhimsyah Luthfi          (090810201033)

 

 

 

 

 

 

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS JEMBER

2011

 


PENDAHULUAN

 

1.     Latar Belakang masalah

Ada tiga hal yang menjadikan biaya modal sebagai materi pembahasan yang penting. Pertama, keputusan penganggaran modal berakibat besar pada perusahaan sedangkan penganggaran yang tepat memerlukan perkiraan biaya modal. Kedua, struktur keuangan mempengaruhi tingkat resiko dan besarnya arus pendapatan. Pengetahuan tentang biaya modal dan bagaimana biaya ini dipengaruhi oleh leverage kuangan, akan berguna dalam pengambilan keputusan dibidang struktur modal. Ketiga, sejumlah keputusan seperti leasing, pendanaan kembali, obligasi dan kebijaksanaan modal kerja, semuanya memerlukan perkiraan biaya modal.

Selain itu biaya modal merupakan konsep penting dalam analisis investasi karena dapat menunjukkan tingkat minimum laba investasi yang harus diperoleh dari investasi tersebut. Jika investasi itu tidak dapat menghasilkan laba investasi sekurang-kurangnya sebesar biaya yang ditanggung maka investasi itu tidak perlu dilakukan. Lebih mudahnya, biaya modal merupakan rata-rata biaya dana yang akan dihimpun untuk melakukan suatu investasi. Dapat pula diartikan bahwa biaya modal suatu perusahaan adalah bagian (suku rate) yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memberi kepuasan pada para investornya pada tingkat risiko tertentu.

2.     Rumusan masalah

·      Apa yang dimaksud dengan Biaya Modal ?

·      Apa saja jenis – jenis biaya modal ?

·      Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi biaya modal ?

3.     Tujuan dan Manfaat

·      Untuk mengetahui pengertian biaya modal

·      Untuk mengetahui jenis – jenis biaya modal

·      Untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi biaya modal

 

 


PEMBAHASAN

 

Pengertian Biaya Modal.

Biaya modal merupakan biaya yang harus dikeluarkan atau dibayar oleh perusahaan untuk mendapatkan modal yang diguna-kan untuk investasi perusahaan.

 

Modal :           

1. Hutang           

2.     Saham Preferen.

3.     Saham Biasa.

4.     Laba ditahan.

 

Konsep biaya modal penting dalam pembelanjaan perusahaan, karena dapat dipakai untuk menentukan besarnya biaya yang secara riil harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh modal dari berbagai sumber.

 

Konsep perhitungan biaya modal dapat dilakukan dengan menggunakan konsep rata-rata tertimbang (wacc) dari keseluru-han modal yang digunakan didalam perusahaan.

 

WACC sifatnya “explicit”, sama dengan “discount rate” yang dapat menjadikan PV dari modal neto yang diterima perusahaan sama dengan PV dari semua biaya yang harus dibayarkan karena penggunaan modal tersebut.

 

Biaya yang harus dibayar :

1.     Pembayaran Bunga.

2.     Pembayaran dividen.

3.     Pembayaran angsuran pokok pinjaman atau “principal”.

 

 

 


Biaya modal dapat diukur dengan “rate of return” minimum dari investasi baru yang dikeluarkan perusahaan, dengan asumsi bahwa tingkat risiko dari investasi baru sama dengan risiko dari aktiva yang dimiliki saat ini.

 

 

BIAYA MODAL SECARA INDIVIDUAL.

Biaya Hutang Kd

Biaya komponen hutang yang digunakan untuk kalkulasi biaya modar rata-rata tertimbang adalah suku bunga daripada hutang (Kd) dikalikan (1 – T) diman T adalah tariff pajak perusahaan bersangkutan

Biaya komponen hutang = Kd (1 – T)

 

Contoh

Perusahaan yang meminjam dengan suku bunga 10% sedangkan tariff pajaknya 40%

Kd (1 – T) = 10%(0,6%) = 6,0%

maka biaya hutang Purna –Pajaknya adalah 6%

 

Biaya Modal dari Hutang Perniagaan.

Biaya modal ini bersifat explicit, karena perusahaan gagal mem-bayar pada tepat waktu, sehingga kehilangan kesempatan untuk mendapatkan discount.

 

Cod =

 

 

Cod After Tax = (Cod before tax)(1-t).

 


Biaya Modal dari Hutang Wesel.

Dalam hutang wesel bunga dibayar dimuka, dengan memotong jumlah yang akan diterima.

Cod =

Cod After Tax = (Cod before tax)(1-tax).

 

Biaya Modal dari Hutang Jangka Pendek.

Hutang jangka pendek dikeluarkan oleh bank, disebut kredit bank, jangka waktu pinjaman paling lama satu tahun. Biasanya bank me-motong bunganya didepan, plus premi asuransi, sehingga jumlah yang diterima dibawah nilai nominal hutangnya.

 

Cod After Tax = (Cod before tax)(1-tax).

 

Biaya Hutang dari Obligasi.

Dapat dihitung dengan dua cara, yaitu denga rumus pendek atau Short Cut Formula, dan dengan Metode Accurate (menggunakan table Present Value).

 

Short Cut Formula : (before tax)

 

dimana :

C = Annual Int. Payment.

F = Value of Bond.

P = Market Price of Bond.

N = Period.

 


 

Metode Accurate.

Metode ini diselesaikan dengan trial and error, menggunakan tabel PV kemudian diinterpolasi.

 

Interpolasi :

 

Selisih Selisih PV of Int. Selisih PV of Interest dengan

Bunga & NV of Bond PV of Market Value of Bond

 

Bunga I    PV of Int. & VB I     PV of Interest & VB I

Bunga II    PV of Int. & VB II     PV of Nominal Value of Bond

 


     A      B     C

 

 

YTM After Tax  =  (YTM before tax)(1-t).


Biaya Penggunaan Modal dari Saham Preferen.

Biaya modal saham preferen adalah sebesar tingkat keuntungan yang diisyaratkan atau diharapkan oleh pemegang saham preferen.

 

Biaya Saham Preferen (kp)  =   

Biaya modal saham preferen sudah diperhitungkan atas dasar se-sudah pajak.

Sebagai contoh,

misalkan perusahaan mempunya saham preferen yang telah beredar yang memberikan deviden $12 / lb dan harga jual $100. Jika perusahaan mengeluarkan lagi emisi saham preferen, maka yang bersangkutan akan terkena biaya pertanggungan (pembangunan)sebesar 2,5% atau $2,50 /lb saham. Jadi neto yang diterima adalah $97,50 dengan demikian biaya saham preferen adalah 12,31%

Disisni tidak dilakukan penyesuaian untuk pajak dalam perhitungan Kps ini karena berbeda dengan bunga hutang, pembayaran deviden saham preferen tidak merupakan pos deduksi untuk keperluan perpajakan.

 


Biaya Modal dari Laba Ditahan (RE).

Biaya modal dari laba ditahan adalah sebesar tingkat pendapatan investasi (ror) dalam saham yang diharapkan akan diterima. Ini berarti sama dengan biaya modal dari saham biasa.

Biaya modal dari laba ditahan dapat dihitung dengan menggunakan 3 model pendekatan :

 

1.     Model Pendiskontoan Aliran Kas.

Model ini dihitung dengan mengestimasikan biaya modal de-ngan mendiskontokan aliran kas, yaitu dari dividen yang diha-rapkan akan diterima pemegang saham.

 

                dimana :

Po =     Po = Harga pasar saham saat ini.

Dt = Dividend diterima untuk periode t

ke = Expected return bagi investor.

 

Besarnya ke ditentukan oleh besarnya dividend yang diharapkan akan diterima selama periode t. Saham dimiliki untuk jangka waktu tidak terbatas, dan dividend tidak mengalami pertumbuh-an, maka biaya modalnya menjadi :

 

     

 

Namun yang lebih realistis sesuai dengan harapan investor dividend mengalami pertumbuhan, sebesar g. Sehingga biaya modalnya menjadi :

Po =   

     

dimana Do merupakan dividend yg diterima pada t = 0.

 


 

Diasumsikan bahwa ke > g, maka persamaan tersebut dapat diubah menjadi :

 

dimana;    D1 = Do(1+g).

 

untuk mendapatkan tingkat pengembalian diharapkan dari ekuitas saham biasa , kita tentukan Ks yang pada keadaan ekwilibrium adalah juga sama dengan tingkat pengembalian disyaratkan :

 

Contoh

saham sebuah perusahaan, harga jualnya adalah $ 21,73, deviden berikutnya merupakan $1,43 dan tingkat pertumbuhannya diperkirakan 6,6% setahun, tingkat pengembalian diharapkan dan disyaratkan atau biaya laba ditahan adalah 13,2%

Angak 13,2 % ini merupakan minimum pendapatan yang diharapkan manajemen agar penahanan laba bias di benarkan sebagai deviden kepada para pemegang saham

 

Model ini juga dapat digunakan untuk dividend yang meng-alami pertumbuhan beberapa tahap.

 

       t=1                      

       =    

dimana :

Po = Harga pasar saham.

g1 = Tingkat pertumbuhan dividend tahap pertama.

g2 = Tingkat Pertumbuhan dividend tahap kedua.

m = Periode waktu pertumbuhan.


2.     Model Penentuan Harga Aktiva (CAPM).

Biaya modal dihitung dengan memperhatikan premium risiko pasar dan beta saham.

 

ke  =  Rf + βi(Rm – Rf)

 

dimana :

Rf  = Tingkat keuntungan bebas risiko.

Rm = Tingkat keuntungan pasar.

β = Beta saham perusahaan.

Contoh

Asumsika Rf = 6%, Rm = 10% , dan β = 0,7 untuk saham tertentu. Nilai Ks saham tersebut dihitung sebagai berikut

Ke = 6% + 0,7(10 % - 6% ) = 6% + 2,8% = 8,8%

 

Bilal β = 1,8 , berarti tingkat resikonya lebih dari rata-rata, maka Ks-nya adalah

Ks = 6% + 1,8(4%) = 6% + 7,2% = 13,2%

 

Untuk di perhatikan bahwa walaupun pendekatan CPAM ini memberikan perkiraan Ks yang akurat , sebenarnya terdapat masalah di dalamnya . pertama, bila di versifikasi pemegang saham satu perusahaan tidak cukup luas maka mereka akan lebih tertarik pada masalah total resiko dan bukan hanya resiko pasar saja . pada keadaan ini , resoko investasi yang sebenar nya tidak diukur menurut beta dan prosedur CPAM akan mengahsilkan Nilai Ks yang lebih rendah.


 

Persamaan tersebut sebenarnya diperoleh dari persamaan Garis Pasar Sekuritas (GPS), sebagai berikut :

 

Ri  =  Rf + βi (Rm – Rf)

 

dimana :

Ri = Tingkat keuntungan yang diharapkan pemilik saham biasa.

 

Ri = ke

 

 


I GPS

   ke2

 

 

   ke1

 

 

Rf

 

                                                                                                                 Risiko, β.

 0           β1        β2

  


 

3.     Model Bond Yield Premium Risk.

Model ini biasanya digunakan oleh para analis yang tidak mem-percayai CAPM. Model ini lebih subyektif, hanya menambah-kan premi risiko mereka sendiri sebesar 3 sampai dengan 5 poin persentase.

 

ke =  Hasil Obligasi + Premi Risiko.

Contoh

Misalkan , Obligasi suatu perusahan diklasifikasikan sebagai AAA dan memberikan penghasilan 9% , maka biaya ekuitasnya mungkin diperkirakan :

Ks = 9% + 4% = 13%

Bila diklsifikasikan sebagai BAA dan penghasilannya adalah 11% maka perkiraan biaya ekuitasnya adalah :

Ks = 11% = 4% = 15%

Catatan

(premi resiko merupakan perkiraan pertimbangan saja , jadi sebenarnya nilai Ks pun sebenarnya lebih bersifat pertimbangan )

 

Semakin berisiko obligasi, maka biaya modalnya akan menjadi lebih tinggi pula.

 


Biaya Modal dari Emisi saham Baru.

Biaya modal dari emisi saham baru/ modal ekuitas eksternal (Ke) lebih tinggi dari biaya modal dari laba ditahan(Ks), karena saham baru dibebani biaya emisi (flotati-on cost).

 

Ke=

 

Catatan : Persentase biaya emisi dihitung dari harga jual sebelum

        dikurangi biaya emisi.

 

Atau :  Ke                    

dimana :

D1   = Divident yang diharapkan.

Pnet = Harga pasar saham dikurangi biaya emisi saham.

 

Jika diharapkan dividend akan mengalami pertumbuhan selamanya sebesar g, maka besarnya biaya modal :

 

ke  = 

Contoh

saham sebuah perusahaan, harga jualnya adalah $ 21,73, deviden berikutnya merupakan $1,43 dan tingkat pertumbuhannya diperkirakan 6,6% setahun, biaya pengembangan 10%

 

berarti perusahaan memperoleh pengembalian sebesar 13,9% dari hasil investasi dari dana baru itu maka pendapatan per saham tidak akan turun dibandingkan pendapatn diharapkan sebelumnya , deviden diharapkan bias tetap dipertahankan dan harga saham tidak turun. Bila pendapatan saham kurang dari 13,9% maka pendapatan deviden dan tingkat pertumbuhan akan merosot dibawah yang diharapkan, sehingga saham pun akan turun , begitupula sebaliknya.


BIAYA MODAL SECARA KESELURUHAN.

Tingkat biaya modal yang harus dihitung perusahaan adalah tingkat biaya modal secara keseluruhan. Perhitungannya menggunakan konsep Weighted Average Cost of Capital ( WACC).

Contoh

Komponen modal                       BiayaMasing-Masing komponen   JumlahPersentase

 

Bond Payable 10%       $100,000                 20%

Preferred Stock 15% $100,000                 20%

Common Stock 21% $300,000                 60%

 


$ 500,000                100%

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA

MODAL.

 

1.     Faktor yang Tidak Dapat Dikendalikan Perusahaan.

 

Tingkat Suku Bunga.

Jika suku bunga dalam perkonomian meningkat, maka biaya utang juga akan meningkat karena perusahaan harus membayar pemegang obligasi dengan suku bunga yang lebih tinggi untuk memperoleh modal utang.

 

Tarif Pajak.

Tarif Pajak digunakan dalam perhitungan biaya utang yang digunakan dalam WACC, dan terdapat cara-cara lainnya yang kurang nyata dimana kebijakan pajak mempengaruhi biaya modal.


 

2. Faktor yang Dapat Dikendalikan Perusahaan.

 

Kebijakan Struktur Modal.

Perhitungan WACC didasarkan pada tarif bunga setiap kompo-nen modal dengan komposisi struktur modalnya. Sehingga jika struktur modalnya berubah, maka biaya modalnya akan ber-ubah.

 

Kebijakan Dividend.

Penurunan ratio pembayaran dividend mungkin dapat menye-babkan biaya modal sendiri meningkat, sehingga MACC-nya naik.

 

Kebijakan Investasi.

Akibat dari kebijakan investasi akan membawa dampak yang  berrisiko. Besar kecilnya risiko inilah yang akan mempengaruhi biaya modal.

 

 


 

PENUTUP

Kesimpulan

Biaya modal merupakan biaya yang harus dikeluarkan atau dibayar oleh perusahaan untuk mendapatkan modal yang digunakan untuk investasi perusahaan. Komponen – komponen biaya modal terdiri dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan yang biayanya bisa ditentukan dengan tiga cara yaitu ( 1 ) model pendiskontoan aliran kas, ( 2 ) model penentuan harga aktiva ( CAPM ), ( 3 ) model bond yield premium risk. Selanjutnya biaya – biaya komponen ini digabungkan untuk mendapatkan biaya modal rata – rata tertimbang ( WACC. Faktor – faktor yang mempengaruhi biaya modal terdiri dari tingkat suku bunga, tarif pajak, kebijakan struktur modal, kebijakan deviden, dan kebijakan investasi.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Weston, J. Fred, Eugene F. Brigham, dan A. Q. Khalid. Dasar – dasar Manajemen Keuangan jilid 2. Erlangga. 1991.

www.google.com

 

 

 

 

  

 

 

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

GOOBLOGOOBLOG © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu