Jumat, 10 Juni 2011

Modul Pemasaran Dimyati (1)

Manajemen Pemasaran

Oleh:

Dr. Mohamad Dimyati, SE.M.Si.

Dosen Tetap FE-UNEJ Jur. Manajemen

Nama : Dr. Mohamad Dimyati, SE.,M.Si.

Alamat Kantor: FE-Unej Jl. Kalimantan 37 Jember      Alamat Rumah: Jl. Jawa IIG/7 Jember

Telp.: 081336613313

Riwayat Pendidikan:

       SDN Dasri III, SMPN I & SMAN I Genteng Banyuwangi

       S-1: FE Unej jur. Ilmu Manajemen (1988-1993: Lulus Indeks Prestasi

       Tertinggi)

       S-2: PPS Unair Surabaya Prodi Ilmu Manajemen (S-2) (1998-2000)

       S-3: PPS Unair Surabaya Program Doktor Prodi Ilmu Ekonomi    

       Konsentrasi Manajemen (Sept 2004 – Peb 2008: Lulus Dengan

       Predikat Cum laude)

Pendidikan Tambahan:

       Training on Economics / Management Research Methodology di

       PAU-Studi Ekonomi UGM (1995)

       Pre Departure English Course ITB Bandung (1995)

BIODATA

Karya Buku Terpublikasi

  1. Analisis SEM dalam Uji Pengaryh Beberapa Variabel Terhadap Loyalitas: Kajian Berbasis Riset pada Debitur Kredit Usaha Kecil. Penerbit: Mitra Wacana Media- Jakarta. 2009
  2. Relationship Marketing: Evolusi dan Pergeseran Paradigma Pemasaran. Penerbit : Insan Global-Malang. 2008.
  3. Perilaku Konsumen. Penerbit: Center for Society Studies- Jember. 2007

*     Riwayat Pekerjaan

  1. Dosen Tetap FE Unej Jur. Manajemen (1994 - sekarang) & Program Pascasarjana Unej (2001 - sekarang)
  2. Sekretaris Lab. Perbankan FE-Unej (2001 - 2004)
  3. Ketua Program D3 Ekonomi: Keuangan dan Perbankan (2008 – 2012)
  4. Sekretaris Minat Konsentrasi Manajemen Pemasaran Jur.  Manajemen (2008-2009)
  5. Ketua Kelompok Minat Konsentrasi Manajemen Pemasaran Jur. Manajemen (2010 - Sekarang )
  6. Tim Satgas Pendirian Program S-3 Ilmu Manajemen FE-Unej.
  7. Tim Peneliti Bappeprop Bidang Perekonomian Jatim (2006 – Sekarang)
  8. Peneliti Balitbangda Kab. Jember (2003 – 2006)
  9. Peneliti Independen
  10. Tim Pendamping Dalam Penyusunan RPJPD Kab. Bondowoso Tahun 2005-2025

 

 

INTRODUCTION

     Marketing Moves

     Value Marketing

Marketing Moves

·     Marketing today are changing fast. (Price-sensitive customers, new competitores, new distribution channel, new communication channels, the internet, wireless commerce, globalization, deregulation, privatization …the list goes on.

·     It is not only markets that are changing, but the technologiies that support them:  e-commerce, e-mail, mobile phones, fax machine, sales and marketing automation, cable TV, videoconferencing.

·     It is imperative that companies think through the revolutionary impact of these new technologies.

·     Companies also need to think through the opportunities and perils of globalization (foreign market, different in laws, language, business objectives, and supply systems).

·     Today’s major economic problem is overcapacity in most of the world’s industries.

·     Customers are scarce, not products, Demand, not supply, is problem

·     Overcapacity leads to hypercompetition, with too many goods chasing too few customers.

·     And most goods and services lack differentiation

·     The result mounting business failures

·     The internet, technology, globalization have combined to create a new economy

·     The old economy is built on the logic of managing manufacturing industries

·     The new economy is built on the logic of managing information and information industries.

·     The new economy holds that those competitors with the best information systems and intelligence will be the winners.

·     The internet has given new capabilities to both customers and producers.

·     Previously the company had been the hunter searching for customers; now the consumer has become the hunter     

·     Today’s businesses must strive to the satisfy customer’s needs in the most convenient way, minimizing the time and energy that customers spend in searching for, ordering, and receiving goods and service.

·     Businesses must make better use of their collaborators (e.g., suppliers, distributors, employees, and community) if they hope to ensure that their customers needs are fulfilled more satisfactorily and more cost efectively.

·     Businesses must deal with the two fundamental forces affecting businesses: supply-side commoditization and demand-side customization

·     Businesses need to shift from focusing on their product portfolios to focusing on their customer portfolios.

·     Today’s marketing is increasingly about customer relationship management.

·     Companies need skills in measuring customer profitability and customer lifetime value, in upselling and cross selling, and in data mining customer data bases and customizing messages and offerings.

·     Marketing Moves presents a new framework for conducting marketing strategy and operations.

·     We replace the selling concept, and the later marketing concept, with holistic marketing concept.

·     Our framework calls for integrating three types of management: demand management, resource management, and network management

·     By doing this, company can conduct its marketing activities on four platforms: market offerings, marketing activities, business architecture,  and operational system

·     Market offerings and business architecture can be viewed as the revenue drivers, while marketing activities and operational systems can be viewed as the cost drivers.

·     Holistic marketers succeed by developing and managing a superior value network where the inputs to the offering and all outputs are integrated and delivered at a high level of quality, service, and speed.

Value Marketing

·     Paradigma pemasaran telah berubah.

·     Aktivitas pemasaran konvensional sudah semakin banyak ditinggalkan, dan kini banyak diwarnai oleh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi

·     Peter Drucker melihat bahwa tujuan pesamasaran yang semula untuk memaksimalkan penjualan dan keuntungan pemegang saham telah bergeser ke penciptaan value dan kesejahteraan bagi stakeholders : karyawan, pemasok, konsumen, lingkungan masyarakat di sekitar perusahaan, disamping pemegang saham

·     Istilah value digunakan karena kegunaan dari produk dan layanan yang melekat padanya meningkat.

·     Value chain marketing merupakan pendekatan strategis untuk menghubungkan proses pemasaran dengan value dari shareholder, pelanggan, dan karyawan.

·     Dalam iklim persaingan yang tajam dewasa ini, shareholder value hanya akan dicapai melalui super customer value yang menyajikan kunggulan differensial yang kompetitif.

·     Keunggulan ini dicapai melalui tiga tahapan utama, yaitu value exploration, value creation, dan value delevery yang semuanya harus didukung oleh employee value

·     Perlu diingat bahwa kepuasan pelanggan saja belum menjamin konsumen akan loyal  

·     Laporan Harvard Business Review, tiap tahun 15 - 40% dari pelanggan yang semula puas kemudian beralih ke pesaing

·     Loyalitas ditunjukkan oleh aksi yang dilakukan pelanggan

·     Untuk itu diperlukan upaya lifelong customer retention berupa value creation dan bersifat relationship driven, diantaranya melalui terciptanya zero customer defection

·     Value marketing mencakup tiga hal: value exploration, value creation, value delivery

·     Value exploration untuk memahami: shareholder value (dalam bentuk dividen dan harga saham), customer value (berupa atribut dan kinerja produk serta layanan), dan stakeholder value (terutama karyawan sebagai ujung tombak dalam menyapaikan nilai)

·     Value creation untuk menciptakan keunggulan kompetitif melalui functional value dan emotional value

·     Value delivery untuk meningkatkan nilai bagi pelanggan

·     Dari sisi perusahaan hasilnya tercermin pada laba dan rasio keuangan, kemampuan mendatangkan modal, posisi di pasar, pangsa pasar, serta potensi pertumbuhan

Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Konsep Bauran Pemasaran

·     Marketing Mix, yaitu bauran pemasaran yang terdiri dari 4 P: Product, Price, Promotion dan Place.

·     Untuk perusahaan Jasa ditambah 3 P lagi, yaitu: People,Process, dan Physical Evidence.

·     Marketing mix harus selalu dapat bersifat dinamis, selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal maupun internal.

·     Faktor eksternal yaitu faktor diluar jangkauan perusahaan yang antara lain terdiri dari pesaing, teknologi, peraturan pemerintah, keadaan perekonomian, dan lingkungan sosial budaya.

·     Sedangkan faktor internal adalah variabel-variabel yang terdapat dalam marketing mix yakni : Product (produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion.

·     Pengertian marketing mix menurut Philip Kotler : “Marketing mix is the set of marketing foola that the firm uses to pursite its marketing objectives in the target market”.

·     Menurut William J. Stanston : “Marketing mix is the term that is used to described the combination of the four inputs that constitute the core of an organization’s marketing system. These four elements are the product offering, the price structure, the promotion activities, and the distribution system”.

·     Dari definisi-definisi diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa marketing mix merupakan kombinasi dan empat variabel yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan dan dapat dikendalikan oleh perusahaan seefektif mungkin.

Konsep Bauran Pemasaran

·     Marketing Mix, yaitu bauran pemasaran yang terdiri dari 4 P: Product, Price, Promotion dan Place.

·     Untuk perusahaan Jasa ditambah 3 P lagi, yaitu: People,Process, dan Physical Evidence.

·     Bagaimana penerapan bauran pemasaran pada pada produk dan jasa ?

·     Serta apakah yang disebut dengan Triangle Marketing?

Implementasi dalam Bauran Pemasaran pada Produk dan Jasa

·     Product. Yang penting diperhatikan dalam desain dan produk jasa adalah atribut yang menyertai, seperti : sistem, prosedur dan pelayanannya. Desain produk dan jasa juga memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan ukuran bentuk, dan kualitas.

·     Price. Pengertian harga dalam produk dan jasa, berupa kontra prestasi dalam bentuk barang/ jasanya.

·     Promotion. Kegiatan promosi pada produk dan jasa pada umumnya dilakukan melalui iklan di media masa, atau televisi. Konsep kegiatan promosi secara menyeluruh meliputi advertising, sales promotion, public relation, sales trainning, marketing research & development.

Implementasi dalam Bauran Pemasaran pada Produk dan Jasa

·     Place Atau disebut juga saluran distribusi. Saluran distribusi produk dan jasa, berupa Kantor Cabang, yang secara langsung menyediakan produk dan jasa yang ditawarkan. Dengan semakin majunya teknologi, saluran distribusi dapat dilakukan melalui saluran telekomunikasi seperti telepon dan jaringan internet.

·     People. Ciri bisnis bank adalah dominan nya unsur personal approach, baik dari jajaran front office, back office sampai tingkat manajerial. Para pekerja Bank dituntut untuk melayani nasabah secara optimal.

·     Process. Meliputi sistem dan prosedur, termasuk persyaratan ataupun ketentuan yang diberlakukan oleh Bank terhadap produk dan jasa Bank. Sistem dan prosedur akan merefleksikan penilaian, apakah pelayanan cepat atau lambat. Pada umumnya nasabah lebih menyenangi proses yang cepat, walaupun bagi Bank akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi. Penggunaan teknologi yang tepat guna serta kreativitas yang prima diperlukan, untuk suatu proses yang cepat namun aman.

Implementasi dalam Bauran Pemasaran pada Produk dan Jasa

·     Psysical Evidence. Merupakan lingkungan fisik perusahaan jasa dimana layanan diciptakan dan dimana penyedia jasa dan pelayanan berinteraksi, ditambah unsur-unsur bewujud yang ada ynag dipakai untuk berkomunikasi atau mendukung peran jasa.

·     Bukti Fisik Esensial mewakili keputusan yang dibuat oleh penyedia jasa mengenai desain dan layout bangunan, peralatan yang digunakan, jenis armada (transporasi), suasana ruang tunggu

·     Bukti Fisik Peripheral: memiliki sedikit nilai bila berdiri sendiri. Mis. Tiket KA tidak memiliki nilai mandiri dalam dirinya, tetapi memiliki hak untuk mengalami layanan pada saat tertentu

       BFP menambah perwujudan nilai jasa yang diberikan kepada pelanggan sasaran

Pemasaran produk dan jasa menggunakan Triangle Marketing

·     Kegiatan pemasaran yang saling berinteraksi digolongkan menjadi tiga, yaitu:

·     Internal Marketing (IM)

·     Eksternal Marketing (EM) dan

·     Interactive Marketing (ITM)

Ketiga konsep tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat berdiri sendiri, dan saling terkait antara satu dan lainnya, agar terjadi layanan prima untuk mencapai tujuan dalam mempertahankan dan menarik para nasabah.

Internal Marketing

·     Internal Marketing adalah garis yang menghubungkan antara employee dan Perusahaan Jasa.

·     Contoh : Agar bisa memasarkan produk Bank, maka Bank tidak boleh melupakan para karyawannya, mereka harus diberikan sosialisasi tentang produk dan jasa Bank apa saja yang dapat dipasarkan kepada nasabah.

·     Dengan demikian para karyawan dapat memahami semua produk dan jasa yang ditawarkan Bank nya, dan dapat membantu memberikan informasi kepada nasabah jika diperlukan.

Eksternal Marketing

·     Eksternal Marketing adalah garis yang menghubungkan antara nasabah dengan Bank.

·     Hubungan langsung antara nasabah dan Bank pada umumnya melalui petugas front office atau Customer Service.

·     Disini petugas front office akan berusaha memberikan penjelasan tentang prosuk dan jasa Bank secara terinci.

·     Berhasil tidaknya nasabah membeli produk dan jasa bank, akan sangat dipengaruhi dari hasil pelayanan petugas yang berada di jajaran front office.

Interactive Marketing

·     Interactive Marketing, adalah garis yang menghubungan antara employee dan customer (nasabah).

·     Disini employee atau karyawan, harus memahami produk dan jasa Bank nya, agar dapat ikut serta membantu program pemasaran, dan menjelaskan dengan menarik dan benar bila ada pihak luar atau nasabah yang ingin mengetahui produk dan jasa Bank di tempat karyawan tadi bekerja.

·     Bayangkan apabila seorang nasabah ingin mencoba produk dan jasa Bank, dan bertanya pada karyawan yang bekerja di Bank tersebut, namun karyawan tersebut malah memberikan efek yang negatif, tentu nasabah tidak akan membeli produk dan jasa Bank di Bank tersebut.

Pemasaran Berbasis Hubungan

·     Pemasaran berbasis hubungan, tidak hanya memperlama jangka waktu nasabah dalam berhubungan dengan Bank, namun juga memperbesar aset nasabah yang ditanamkan pada Bank yang bersangkutan.

·     Persaingan yang makin ketat dalam pemasaran produk dan jasa perbankan, perlu fokus upaya pemasaran dengan tujuan untuk mempertahankan nasabah lama, melakukan cross selling (penjualan silang), untuk mendapatkan tambahan aset yang ditanamkan pada bank.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REVIEW MATERI

MATA KULIAH

MANAJEMEN PEMASARAN

PROGRAM MM

FE UNEJ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa Itu Pemasaran ?

·     Definisi Sosial tentang Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. (peran yang dimainkan pemasaran dalam masyarakat)

·     Definisi manajerial adalah pemasaran bertujuan mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya menjual dirinya sendiri

·     Pemasaran ideal adalah pemasaran yang mampu menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli semua yang dibutuhkan, selanjutnya menyediakan produk atau jasa itu .

Siapa yang Melakukan Pemasaran ?

·     Pemasar adalah seorang yang mencari tanggapan (perhatian, pembelian, suara, donasi) dari pihak lain, yang disebut prospek.

·     Para pemasar bertanggung jawab atas manajemen permintaan

·     Para manajer pemasaran berupaya menpengaruhi level, waktu, dan komposisi permintaan untuk memenuhi tujuan organisasi

Orientasi Perusahaan ke Arah Tempat Pasar 

Konsep Produksi:

·     Menegaskan bahwa konsumen akan memilih produk yang tersedia di mana-mana dan murah

·     Orientasi Manajer bisnis berkonsentrasi pada mencapai efisiensi produksi yang tinggi, biaya rendah, dan produksi massal

·     Cocok bagi negara-negara yang memiliki sumber material dan tenaga kerja yang murah

·     Tujuannya untuk mendominasi dan memperluas pasar

·     Mis. Di Cina, perusahaan raksasa peralatan domestik Haier mengambil keuntungan dari tenaga kerja murah yang besar di Cina untuk mendominasi pasar. Dan juga digunakan untuk memperluas pasar

Konsep Produk:

·     Menyatakan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk-produk yang menawarkan fitur-fitur paling bermutu, berprestasi, atau inovatif.

·     Para Manajer bisnis berkonsentrasi pada membuat produk yang superior, dan meningkatkannya sepanjang waktu.

·     Para manajer kadang-kadang terperangkap dengan urusan cinta dengan produk-produk mereka

Konsep Penjualan:

·     Menyatakan bahwa konsumen dan bisnis, jika ditinggalkan sendiri, biasanya tidak akan membeli cukup banyak produk-produk organisasi

·     Organisasi harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif

·     Tujuan pemasaran adalah menjual lebih banyak barang kepada lebih banyak orang lebih sering untuk mendapatkan lebih banyak uang supaya menghasilkan lebih banyak laba

·     Diterapkan paling agresif pada barang-barang yang ditidak dicari, barang-barang yang biasanya tidak dipikirkan oleh pembeli untuk dibeli. Mis: asuransi, ensilopedia

·     Dipraktekkan oleh perusahaan ketika mereka memiliki kapasitas berlebih

·     Tujuan mereka adalah menjual yang mereka buat, dan bukannya membuat apa yang diinginkan pasar

·     Filiofi yang di anut adalah “ buat dan jual” yang berpusat pada produk

Konsep Pemasaran:

·     Sebagai ganti filosifi “buat dan jual” yang berpusat pada produk bergeser ke filosofi “pahami dan tanggapi”

·     Bukan untuk menemukan pelanggan yang tepat bagi produk anda, melainkan menemukan produk yang tepat bagi pelanggan anda

·     Menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih

·     Hasil penelilitian para pakar menemukan bahwa Perusahaan yang menganut konsep pemasaran mencapai kinerja superior dengan menerapkan:

1.   Orientasi pasar reaktif: memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang diekspresikan

2.   Orientasi pemasaran proaktif: memahami dan memenuhi kebutuhan yang tersembunyi melalui proses “selidiki dan pelajarilah

3.   Orientasi pasar total: menerapkan Orientasi pasar reaktif dan pemasaran proaktif

Konsep Pemasaran Holistik:

·     Didasarkan pada pengembangan, perancangan, dan implementasi program pemasaran, proses pemasaran, dan kegiatan-kegiatan pemasaran yang mengakui keluasan dan interdepensi mereka

·     Mengakui bahwa, “segala sesuatu bisa terjadi” pada pemasaran dan bahwa pemasaran perspektif yang luas dan terpadu sering dibutuhkan.

·     Empat komponen pemasaran holistik:

1.     Pemasaran relasi 

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

GOOBLOGOOBLOG © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu